MEDITASI CINTA KASIH BY KO SANDI TANU WIJAYA 25-9-22

            Mengapa kita mau mengikuti kelas, karena kita menderita jadi mau tidak mau harus ikut kelas terlepas dari kasus apapun, kita itu menderita. Kalau tidak menderita tidak mungkin mencari jawaban, kita tidak nyaman kita tidak mau kalau misalkan kita senang terus hidupnya, dulu suhu pernah bilang untung kalau menderita jadi ingat dhamma ingat guru ingat buddha coba kalau tidak menderita, mana ingat guru mana ingat belajar mana ingat buddha coba kalau kita jadi orang terkaya, walaupun bisa auto pilot tidak perlu pusing pusing amat apa kita cari dhamma, kalau misalkan ada itu sangat hebat contoh ril diteks kalau kita dulu pernah jadi dewa, kita tidak kepikiran untuk belajar dhamma.

            Membicarakan penderitaan dewa disamsara, dimana dulu guru punya murid gurunya sakti muridnya sudah meninggal duluan, muridnya yang jadi dewa. Muridnya tahu akan keberadaan mantan gurunya, karena terbuai dengan kebahagiaan dialam dewa ia tidak mengindahkan nanti aja ya guru, kalau kita bahagia banget bakal ingat ajaran ketika mendengar ada siapa yang mengalami musibah, itu bagus lah kenapa suhu kok orang dibilang bagus iya bagus, karena dia menjadi ingat buddha kalau kita baik baik saja mana coba ingat dhamma.

            Kita makan direstoran mewah, kita ingat offering ke buddha dulu tidak makanan enak jadi lupa sama Buddha, kita menderita kita ingat kita menderita. Kalau bicarakan menderita minggu lalu kita membicarakan keberuntungan lahir sebagai manusia, mau terlahir lagi sebagai manusia ketika lahir sebagai manusia lagi, itu ada konsekuensi konsekuensi ada hal hal yang tidak baik mengikuti, ini sebuah kelahiran yang sangat beruntung tapi kok ada hal hal yang tidak menyenangkan, walaupun sudah bebas & beruntung kita masih dialam samsara kita ada banyak cacat umum, ternyata itu kita alami selain dari 6 cacat samsara ada cacat khusus disamsara, seperti dialam manusia 6 cacat umum ditambah 7 cacat khusus kita bilang kita mau, saat ini kurang kondusif untuk belajar merenung praktik ajaran untuk benar benar fokus, kita perbanyak berbuat kebajikan sebanyak banyaknya agar bisa membawa lebih banyak keberuntungan.

            Lahir tua sakit mati, terpisah dengan yang kita sukai bertemu dengan yang tidak kita sukai jadi menderita, kita mencari tapi tidak temukan. Penderitaan usia tua itu udah ada yang merasakan bagi yang kepala 2 masih aktif, masa primenya belajarnya mudah mendengar sangat jernih pandangan luas, indranya indranya masih baik kepala 3 rematik mandi mesti air panas konsentrasi mengurang, gampang ngantuk capek.

            Selain mata minus gampang ngantuk gampang capek, dulu saya tidak seperti itu tapi sekarang seperti itu, hal kecil jadi lewat seperti itu saja. Matanya buram melihat dekat susah pendengaran berkurang, baca bentar tidak mudah kantuk ada juga dibatin kita dulu tidak seperti itu kita merasa sedih, itu penderitaan karena usia tua itu hal banyak yang kita temui karena ketemu hal hal yang tidak sesuai, boss yang galak dosen killer rekan kerja yang toxic kita tidak mau ketemu, tapi kenapa kita ketemu awal jadi manusia pasti lahir kita rasakan penderitaan usia tua, penderitaan kelahiran masa sih kita sakit itu sudah lewat penderitaan kelahiran sudah pernah dibahas, rasa sakitnya tidak terhingga kubangan bau kotor berbentuk bayi seperti ditarik tarik, seperti adonan kue dipipihkan lalu semakin besar orang tua minum yang hangat kita seperti dibakar, kalau minuman dingin itu merasa menggigil rasa kulit sangat sensitif sekali.

            Diselimuti paling halus itu sakit, sepertinya tidak saya tidak pernah ingat penderitaan itu didalam kandungan mata belum terbuka, udah ada hidung mulut. Harusnya kita banyak minum air dalam kandungan itu, tapi kenapa tidak ingat ya kita masih belum memiliki perhatian ingatan belum baik, contoh hari jumat siang 2 minggu lalu makan apa kita mungkin tidak ingat mudah lupa, ada yang pernah menonton film hello ghost filmnya sangat bagus film korea, misalkan kita menerima penderitaan yang besar kita jadi tidak ingat ketika ada penderitaan sangat besar sulit menerima kenyataan.

            Ingatan itu secara otomatis, ia akan melupakan mungkin bisa dibilang karena kita saking menderitanya, sampai sampai otak kita tidak mau nyimpan itu. Bisa jadi terlepas apapun itu kita tidak bisa ingat, kita dikasih tahu saja coba ingat ingat berusaha mengingat keadaan didalam rahim, itu sangat traumatik jadi melupakan hal itu karena kita tidak bisa memverifikasi hal itu, lebih baik kita terima dulu kalau kita mau saat ini belum bisa menerima maka kita berharap, semoga kita jauh lebih beruntung lagi tapi ingat lebih banyak penderitaan lagi dari konsekuensi tersebut, apakah kita mau kalau mau silahkan hidup kita dari 1 terminal ke 1 terminal lain lagi, misalkan dari Bandung ke Medan kalau misalkan naik transportasi umum naik bus, Bandung ke Medan bisa kalau naik pesawat mesti naik travel dari Bandung ke Soekarno Hatta, kalau dari Bandung ini ke terminal Leuwi Panjang bisa mau ke Yogyakarta bisa, udah sampai Yogyakarta mau ke Medan langsung mampir mana dulu itu banyak pilihan.

            Kita hidup seperti itu, misalkan tadi pagi buka mata mau buka hp dulu ke wc dulu makan dulu meditasi dulu, berlindung dulu / gimana. Mau mulai kelas mau langsung ikut kelas mau sarapan dulu, mau goler goleran dulu diranjang banyak pilihan terkait kelahiran mendatang jadi manusia, seberapa yakin kita bisa ketemu lagi karena jarang kehidupan saat ini umur berapa kita benar benar belajar, umur berapa kita ketemu komunitas berapa banyak pilihan yang kita bisa jauh dari dhamma, pilihan untuk terus berada dalam komunitas tergantung si suryadi yang nanti, buat kondisi bajik udah ketemu yang kedua pilihan melanjutkan tetap si suryadi saat itu, hanya kita buat saja sekarang tinggal seberapa yakin kita yang kedua ini, oh ini sangat berharga lainnya ketemu komunitas malah ketemu pacar non buddhis itu sangat bahaya, kerjaaan diluar kota jadi susah dapat beasiswa ke luar negeri itu jauh lagi.

            Itu banyak pilihan, mendapatkan komunitas kondisi yang baik sekarang bisa kita upayakan tapi ingat, ada pilihan yang kita ketahui. Cacat umum samsara ketidakpastian itu sangat sulit, kembali ingat kelahiran saat ini sangat sulit didapatkan lagi banyak penderitaan yang menyertai banyak yang mendistraksi, ini bisa dikatakan kehidupan sangat berharga sangat sulit didapatkan lagi, ya sudah daripada menggantungkan harapan kepada ketidakpastian pada hidup mendatang, kita bisa kontrol saat ini oh ini berharga ketika ada pilihan itu mendahulukan belajar, mendahulukan komunitas saya memiliki kemampuan untuk menentukan pilihan saat ini, untuk benar benar fokus dioptimalkan sekali daripada kehidupan berikutnya maka saat ini kita kontrol saja, kontrol batin kita saat ini sangat tidak banyak hindari distraksi agar dapat manfaat maksimal mungkin.

            Makhluk itu menderita, kita ambil penderitaan itu ambil semua makhluk penderitaan dari yang paling rendah, dari avicci sampai arupha lokka. Penderitaan kecil itu menderitanya besar sekali penderitaan arupha lokka, saya sudah bebas mau mati saat itu kok saya masih bisa sadar bukan saya sudah bebas, kok masih mau mati lagi apa jangan jangan pembebasan tidak ada saya sudah harusnya bebas, jadi jatuh ke alam rendah lagi itu kejadian bagus kita tidak usah trauma, kita mau terima itu / tidak kok tidak mau kenapa benar tidak mau kita masih belum merasakan semua makhluk besar, kita ngeri seharusnya kalau belum merasakan ngeri itu sangat bahaya, padahal itu berat tidak makan 3 hari sangat lapar bagaimana penderitaan semua makhluk, mau tidak kita terima kalau benar benar mau itu sangat sangat bagus kalau mau tapi takut itu baik, aduh bisa tidak ya sanggup tidak ya.

            Bisa merasakan itu mengerikan, ada diri kita sendiri tidak sangguplah belum bisa lah itu batin, yang mementingkan diri sendiri itu muncul. Ada praktik yang memberi juga praktik memberi dari buku pembebasan ditangan kita jilid 3 hal 253, pelatihan memberi diberikan secara mental biarkan tubuhmu memberikan, kalau masih ada tanggungan jangan semua kita mau membantu semua makhluk, jangan sengsarakan keluarga kita berdana boleh saja kalau mampu tidak masalah, jangan sampai menyengsarakan semua makhluk itu tanpa terkecuali termasuk kita juga, kita mau memberikan ini mungkin akan dibahas dalam Santi paramita 6 paramita memberikan yang kecil dulu, sampai memberikan tubuh kita itu benar benar ril seperti dalam kisah jataka mala, itu santi paramita kita lebih ke mental dulu kita mau memberi / tidak.

Komentar