MOTIVASI BY KO SANDI TANU WIJAYA 16-10-22

Peristiwa duka kemarin bhante yang kecelakaan, meninggal itu memang ada rasa kesedihan kita punya modal yang besar, kita tahu kematian. Banyak hal senang & sedih bisa kita bawa ke dalam batin kita, kematian bisa datang kapan saja baru selesai vassa mau kathina malah celaka, tampar batin kita bahkan sudah rencanakan liburan tahun 2023 kamu masih sibuk perencaan ke depan.

            Waktu kita tidak banyak, sampai lupa untuk siapkan pada kematian bagi yang sudah lama bukan lobby lagi, tapi dengan cara to the point. Yakin mau jatuh ke alam rendah kita semua membawa topik, ini dalam meditasi kita butuh pembiasaan bisa langsung konek misalkan ada yang meninggal, sedih & berduka tidak perlu dibuat buat lagi waktu saya belum banyak yang sudah biasa, jadi tidak perlu warning lagi sedihnya sedih misalkan makan mewah saking udah biasa, jadi tidak keterlaluan kalau kita lihat kematian biarkan saja itu bahaya sama halnya melihat rupang Buddha, tidak namaskara jangan jangan sudah bebal kalau sudah bebal, harus kita mengulang lagi karena itu sangat bahaya.

            Kita ingin jadi orang berguna untuk masyarakat, karena merasa diri kita tidak ok dibanyak sudut pandang, dari perilaku yang berubah gimana mau berubah. Kalau tidak lakukan tindak tanduk, kita lihat diInstagram ada seorang politis bagi kaus tanpa senyum kok begitu kalau sudah belajar, batin & faktor mental ada banyak faktor itu batin kita seperti apa kalau capek jadi bad mood.

            Pengaruhnya besar, dalam batin bagaimana batin yang memberikan reaksi apa batin mengomel lagi cenderung menghujat, kalau lagi capek datang pekerjaan lagi. Kalau baksos capek itu tidak ada, kalau sudah terbiasa tahu manfaat besar kalau istirahat malah kurang bermanfaat itu tercermin dalam perilaku kalau tiada perubahan.

            Batin kita bawa ke arah yang lebih baik, jadi gimana cara mengubah batin yang lebih baik ini kita mau mengubah, kalau masalah sulit diselesaikan. Minimal batin kita tiada lagi rasa sedih gimana kalau orang tua saya meninggal, itu pasti kalau kita bayangkan bisa bingung panik kejadian buruk, itu ada menderita sekali kalau orang tua meninggal penderitaan itu tidak besar harus belajar, jadi batin itu siap hadapi fenomena makanan wangi enak kabar duka sedih, kabar bahagia senang kita diharapkan proaktif kalau reaktif itu jadi reaksi kita harus ada celah, antara fenomena & batin kita harusnya tidak buat reaksi jadi diam dulu untuk menganalisis untuk paling baik.

            Kita butuh itu fenomena, kejadian orang tua meninggal itu pasti kejadian kecuali mati duluan mau sedih, meraung raung guling guling ditanah. Mau siapkan segala hal banyak keluarga yang panik, syok jadi teman teman yang membantu lalu bagaimana caranya agar tidak terjadi hal itu, ya kita belajar jadi mau memanfaatkan tidak walau malas dengar ajaran yang sudah tahu itu mulai bebal.

Komentar