Q&A BY BHANTE RATTANADHIRO ON YOUTUBE VJDJ DHAMMA CLASS SELASA MALAM 18-10-22

Ini merupakan lanjutan sesi, dari tanggal 21-12-25 karena sejak awal selalu bersama sama bhante Adhijayo tugas diBanjarmasin, kadang beliau datang ke Jakarta sudah lama sebelum pandemi, kalau bhante Adhijayo sudah cukup sepuh. Beliau sudah usia 50an hampir 60 sudah cukup lanjut usianya, tapi beliau memiliki semangat yang luar biasa meskipun sudah berusia beliau masih belajar rajin, semangat sekali mengerjakan tugas paling semangat dalam hal meditasi, yang muda muda kalah dengan beliau itu punya kesan yang mendalam bersih bersih pokoknya paling rajin, benar benar hidupnya digunakan untuk mengabdi pada vihara juga umat buddha.

            Pembinaan itu sangat semangat sekali, pembawaannya menyenangkan mudah bergaul mudah diterima oleh siapa saja, ketika saya mendapatkan berita itu. Pertama kali lihat tidak percaya apa benar ini, berita awalnya masih simpang siur ada kecelakaan ditol wah bhantenya tidak tertolong ya awalnya tidak percaya, apa benar berita ini tapi sudah ada info resmi dari Sangha Theravada Indonesia, kedua bhante ini meninggal dunia saya yakin banyak yang sedih pasti merasa kehilangan, apalagi kami sesama bhikkhu pasti tidak berharap kejadian seperti itu tapi inilah kehidupan, harus diterima apa adanya.

            Beginilah proses dari hukum alam, kematian itu bisa datang kapan saja seperti Guru Agung katakan berusahalah hari ini juga, siapa tahu kematian besok hari. Kita tidak bisa pastikan kematian kapan datang, bisa masih lama setahun lagi bisa jadi besok tiba ajalnya siapa yang bisa memastikan, umumnya orang orang tidak memiliki kemampuan kapan kematian bisa datang dalam hidup kita, maka dari itu Sang Buddha berpesan gunakanlah kesempatan yang ada, dengan praktik dhamma melaksanakan apa yang telah diajarkan oleh Sang Buddha kemarin saya, mengikuti pembacaan parita avamanggala divihara Rattanagraha jadwalnya ada setiap hari sehari 3 sesi, jadi saya ikut tadi malam.

            Bhantenya cukup banyak yang datang, bahkan dari luar kota juga datang umat dari beberapa daerah penyangga, keluarga beliau juga datang. Dari Lombok Banjarmasin Surabaya juga datang malam itu, sekaligus juga melakukan prosesi tutup peti sebelum ditutup itu petinya dibuka supaya bisa lihat, karena petinya itu ada tutupnya tapi belum diseal jadi masih bisa dilihat keluarga masih bisa lihat, saya baca pelimpahan jasa untuk keduanya tutup peti malam ini adalah malam kembang, besok dikremasi dikrematorium rumah duka Heaven jam 9 pagi ada upacara.

Komentar