PENJABARAN BODHISATVA VOUW BY KO PARLINADI SUGIARTO TIBETAN PUJA 13-11-22
Sudah banyak dihighlight, apa aspirasi yang bisa menuju ke kebuddhaan bodhisattva vouw itu aspirasi bebas dari samsara, bedanya bodhisattva vouw ini lebih pada bodhicitta metta & karuna, supaya bisa mencapai penerangan dalam bodhicitta. Itu untuk semua makhluk bodhisattva aspirasi juga dibagi 2, ada pelanggaran utama praktik 6 paramita.
Ada 46 paramita, ada juga 14 pelanggaran menolong orang lain masuk bodhisattva vouw ini lebih ke saling berdiskusi, janji komitmen mempunyai persepsi sebenarnya sesuatu yang positif, daripada ribet tidak usaha memikirkan apapun. Diri kita merosot secara general vouw ini sebuah komitmen menghindari hal yang kurang baik, ini sebuah sesuatu yang positif bukan jadi beban, ini ibarat pagar buat diri sendiri ada beberapa hal yang beranggapan bahwa aku mendapatkan vouw, ini ibarat sebagai benda arus batin kita itu timbul dari aspirasi guru bukan dari diri sendiri.
Tapi itu harus menanam benih, itu dalam diri kita vouw ibarat pagar mencegah kita melakukan sebuah hal yang kurang baik, jadi ada pagar. Kalau kita tidak mencuri ini ada daerah abu abu, berbeda orang yang tidak memiliki vouw boleh apa tidak kita tidak memiliki standar dalam lingkungan beda, dengan memiliki vouw itu akan menghilangkan keraguan sudah jelas kita tahu, ini boleh / tidak disisi lain vouw ibarat pagar kalau kita sudah memagari itu akan bermanfaat pada kita.
Misalkan sila praktimoksha vouw, terhadap tindakan asusila kita respek dengan orang yang sudah memiliki komitmen, kita bisa membentengi diri. Kalau kita memegang kokoh untuk sila minuman keras udah kokoh, hati kita untuk tidak minum miras misalkan udah ambil vouw tidak apa apa, satu / 2 x itu akan makin merosot jadi dengan ada system kelas ini memagari kita supaya terhindar dari merosot.
Bisa memberikan garansi, agar tidak merosot jadi kita pelajari dulu bukan langsung membalikan telapak tangan, tidak merosot juga. Mudah mudahan ini menjadi gambaran jelas ada pelanggaran utama & sekunder, bodhisattva vouw utama ada 18 memuji diri sendiri juga meremehkan orang lain, menghindari pelanggaran memuji diri sendiri & merendahkan orang lain kemelekatan, kalau kita lihat masa sehari hari tidak ambil vouw ini sesuatu hal yang biasa menunjukkan performance diri kita superior, misalkan kita jadi leader performance review performance tim lain, itu inferior disbanding orang lain.
Ini sangat menjadi bingung, kalau kita tidak mendengarkan bodhisattva vouw ini skill yang harus dipupuk tapi berbeda dengan bodhisattva vouw. Agar tidak seperti itu misalkan 2 tahun lagi pemilihan presiden, memuji diri sendiri & meremehkan orang lain ini juga terjadi seperti itu, kalau tiada kilesha itu boleh seperti guru buddha dhamma & sangha itu tiada masalah kalau memuji diri sendiri, itu tidak boleh tapi jika tidak lakukan pelanggaran.
Ucapan ini seperti kata kata, yang tergantung motivasi ini semua tergantung motivasi kita ini lebih, bukan untuk diri sendiri apa tindakan ini bermanfaat. Buat orang lain apakah ini merugikan / tidak kalau tidak memuji diri, kita aman kalau memang sekilas seperti itu tapi bukan ini lebih relate ke bodhicitta, harus tahu kenapa tidak ingin.
Karena itu adalah melekat, karena kikir tidak mau memberikan dhamma / kekayaan kita misalkan memiliki paham dhamma, supaya tidak diketahui orang lain. Itu pasti tidak mau dikembalikan tidak mau pinjamin, ini seolah olah benar ini kalau dibicarakan mudah apa memang motivasi yang kurang baik, tidak hanya dhamma juga materi finansial / keuangan misalkan teman kita meinta untuk materi / dhamma, karena melekat juga kikir tidak memiliki waktu untuk family time, minggu ini mau istirahat total ok ok gua mau ikut kalau ada film bagus jadi lebih ketakutan dalam hal keuangan.
Kalau sesuai bodhicitta, itu bisa memberi manfaat pada orang lain kalau dengan landasan bodhicitta ada seseorang yang meminta dhamma, itu lebih senang. Kita sharing itu harus merasa senang dalam memberi dhamma, kalau kita tidak memiliki kemampuan itu apa melanggar / tidak melanggar, saya tiada kemampuan ok saya kasih / gimana kalau kita belum mahir jangan disampaikan dulu.
Jangan ada kekotoran batin, kalau bisa diberikan itu tiada masalah kalau kita tidak bisa memberikan tiada masalah, justru kita berharap aku bisa memiliki kemampuan itu bisa menjadi pelanggaran, kalau tiada kemampuan itu. Bahwa ingin membantu dia tapi tidak bisa itu jadi melanggar, kalau tiada kelebihan itu memang kita tiada masalah jika kita tidak bisa.
Sila sila ini saling berkaitan, ini sering idbilang juga dalam janji setia bodhisattva kampanye pmeberian dana, tidak spesifik banyak yang membantu. Itu tidak jadi pelanggaran tidak memberikan kekayaan & dhamma, karena kekikiran ada 46 pelanggaran sekunder dalam bagian dana no 7, disini juga mengatakan tidak melanggar dhamma karena tidak membuat permohonan ini, pelanggaran sekunder apa yang dilandasi motivasi yang pertama melekat yang sekunderm kemalasan melekat itu sadar tertutup malas dia belum tentu melekat.
Kalau melekat jadi lebih banyak melekatnya, ini ibarat gambaran bukan keduanya tidak menerima permintaan maaf, karena marah menyerang orang lain. Ini motivasinya apa kilesha utama karena marah, jadi tidak terima permintaan maaf orang lain ini sering terjadi dalam sehari hari, jadi ada apa menjadi marah menyakiti ini harus lebih hati hati.
Komentar
Posting Komentar