MAHA TANHA SANKHAYA SUTA MAJJHIMA NIKAYA 38 BY BHANTE DHIRAMANO 7-6-22 ON YOUTUBE VJDJ

 Kita melanjutkan kembali sutta ini, diawali dengan kisah bhikkhu bernama Satti kesadaran inilan yang bertumimbal lahir, dimana para bhikkhu mencoba meluruskan pandangan tapi tidak bisa melepas, lalu Sang Buddha menjelaskan. Kesadaran memiliki kondisi lalu menguraikan, Patticasamupada tiada kesadaran yang berlanjut patticasamupada ini berguna untuk mematahkan hal itu, bila seseorang telah melihat secara dependen.

Memiliki pertanyaan, apakah dirinya ada / tidak ada dimasa lampau lalu masa berikutnya dimana, juga tidak mungkin bertanya. Adakah aku / tidak ada aku dimasa kini para bhikkhu kehamilan, perpaduan ayah & ibu masa subur tidak ada janin / sebaliknya masa tidak subur tidak ada janin / sebaliknya, lalu jika ada musim subur ayah ibu maka kesuburan janin terjadi, sang ibu memelihara janin dengan banyak kesusahan ketika sang anak lahir lalu memberi darah sendiri, para bhikkhu ketika anak itu tumbuh anak itu memainkan permaian semua kereta mainan, bus mainan, mobil mobilan dll ketika tumbuh & indria matang.

Oleh karena itu, ia menghibur sendiri dengan kesenangan indria pemandangan yang dipandang oleh mata, suara yang enak didengar. Telinga begitu juga dengan indera indera lainnya bebauan yang dikenal hdung, rasa dari lidah sentuhan dari kulit ketika melihat suatu bentuk dengan mata, ia ingin jika tidak bagus ia tidak ingin dunia tidak memahami sebagaimana adanya dimana kondisi jahat berpisah.

Karena penuh suka & tidak suka, menyenangkan tidak menyenangkan / netral mereka setujui sewaktu mlakukan, hal itu kegirangan muncul dalam dirinya. Sekarang keriangan mata perasaan kemelekatan, demikianlah asal mula kumpulan penderitaan tubuh pikiran ini ketika mendengar suara dengan telinga, perasa dengan lidah dll ketika mengenali sebuah objek pikiran & pikiran yang disenangi jadi ia menginginkan hal itu.

Ia tidak memahami sebagaimana adanya, bisa lenyap tanpa sisa karena penuh suka juga tidak suka, menyenangkan / menyakitkan. Bukan menyenangkan / bukan menyakitkan ia tetap menerima, sekarang keriangan atas perasaan bhava duka cita suka cita dll lalu demikianlah yang dibahas tentang dhamma, disini para bhikkhu buddha yang telah mengetahui seluruhnya & sadar, tercerahkan ia telah menyadari pandangan terangnya ia memberitahukan pada orang lain, ia mengatakan ajaran yang baik.

Ia mengungkapkan kehidupan spiritual, yang bersih & jernih seorang perumah tangga mendengar dhamma itu, lalu mereka memperoleh keyakinan pada Tahtagatha deengan memiliki keyakinan itu, rumah tangga ramai & berdebu. Sungguh tidaklah mudah berlatih dalam rumah, bagaimana jika cukur rambut & janggut diperumah tangga lalu hidup tanpa rumah.

Komentar