BIOGRAFI BUDDHA GAUTAMA BY BHANTE RATTANADHIRO ON YOUTUBE VJDJ 4-10-22 DHAMMA CLASS SELASA MALAM

            Sekarang sudah mulai masuk musim penghujan, sekarang dimana mana sudah hujan semoga kita selalu sehat & bahagia, mungkin tidak sempat pergi ke vihara. Namun kita masih bisa mengikuti dari rumah masing masing, mudah mudahan tidak mengurangi semangat dari saudara saudari sekalian, yang tentunya ingin belajar mendalami ajaran Sang Buddha bagaimana Sang Boddhisattva, masih mengumpulkan parami kisah ini ada dalam jataka burung puyuh & kebakaran hutan, ini masih ada lanjutannya cerita jataka ini ada dalam relief candi Borobudur, bagi saudara saudari sekalian pernah ke Borobudur bisa ingat ingat kembali jika pergi lagi juga bisa dicari, dalam cerita jataka.

            Tentang burung puyuh & kebakaran dihutan, dinegeri Magadha pernah terlahir seekor burung puyuh yang hebat & luar biasa, burung puyuh yang kecil itu. Karena belum bisa terbang ia menunggu ibunya datang, ia makan biji bijian saja makanan berupa serangga kecil tidak dimakan, ia makan biji bijian saja mungkin karena itu ia tidak bisa tumbuh besar hanya makan biji bijian, tidak makan cacing serangga dll bulu bulu sayap tidak tumbuh tapi ia tidak sedih ia bahagia hidup dalam sarangnya, kebakaran hutan melanda api melalap semuanya seluruh makhluk penghuni hutan, menjadi kalang kabut tidak terkecuali bangsa burung.

            Ia pergi menjauh dari jilatan api, burung burung mulai berterbangan menghindari api yang besar karena burung puyuh kecil, belum bisa terbang. Bulu bulunya belum sehingga burung puyuh kecil ini, nasibnya malang sekali ia hanya bisa diam disarangnya tidak tampak rasa takut ia tetap terbaring, dengan tenang disarang ia menatap kobaran api yang mengganas karena tidak bisa terbang, jadi hanya menatap api ia mengatakan jika aku bisa menggerakan sayapku & bisa terbang, aku akan terbang sejauh jauhnya kedua orang tuaku takut dengan kematian meninggalkan aku sendirian, nasibnya begitu malang orang tua & burung lain sudah pergi tapi ia tidak bisa kemanapun.

            Api telah mengepungnya, beberapa saat lagi akan menjilati pohon itu tapi Sang Burung puyuh bisa menatap api itu, batinnya tenang saja. Ia tidak takut tidak gelisah tidak khawatir tidak merasa cemas, ia tenang kemudian mengatakan dengan sayap yang belum bisa terbang dengan kaki yang belum bisa berjalan, ditinggalkan orang tua disinilah saya terbaring oleh karena itu saya memohon kepadamu, untuk raja api berbalik & pergi ia mengucapkan syair penuh keyakinan.

Komentar