SEKAPATTIPADA ADA 10 TEKA TEKI BY BHANTE THITASADDHO PUJA BAKTI SORE ON YOUTUBE VJDJ 2-10-22

            Sudah mau selesai masa vassa, maka akan masuk bulan kathina 1 musim ada 4 bulan tinggal dipilih 3 bulan, memang sudah sepatutnya para bhikkhu untuk melatih ada hutan buta untuk lebih intensif, mengarah pada Sang Jalan. Ada bhante Kumarasapa beliau sejak kecil sudah meninggalkan keduniawian, ada sesosok dewa makhluk alam suddavassa ada sebuah teka teki bhikkhu bhikkhu ada rumah rayap.

            Maksudnya apa siapa yang disebut rumah rayap, siang hari berasap malam hari membara apa yang digali, palang kodok simpang jalan. Kain penyaring kura kura golok talenan potongan daging, naga satu satunya yang bisa menjawab Sang Buddha ada sesosok dewa yang menanyakan hal itu, tanah berupa gundukan memiliki lubang ini perumpamaan tubuh ayah & ibu, membutuhkan makanan wewangian tanpa diminyaki / diurapi akan membusuk kadang butuh dipijat, lubang pori pori mulut mata telinga hidung itu mudah sekali baik dari batiniah / jasmaniah, ketika malam berfikir besok saya akan pergi ke mana itu berfikir berasap dimalam hari sampai terbawa mimpi.

            Karena masih ada yang menginginkan, sampai visual dimalam hari itu kita buat jadi membara siang hari, malam hari berasap lagi. Itu rumah rayap Sumedha orang yang berlatih sudah menempuh Sang Jalan, tapi belum arahat pedang disini kebijaksanaan galilah semangat untuk memunculkan nilai nilai luhur, tapi singkirkan juga hal hal yang mengotori.

            Semangatlah dalam kembangkan kebijaksanaan, palang ketidaktahuan kalau mau datang ke sebuah tempat, portal sudah ditutup susah lewat. Sama halnya avijja maka sulit masuk masih tetutup, untuk ketahui 4 kebenaran mulia banyak dengarkan dhamma kembangkan kualitas kualitas luhur, lalu menemukan seekor katak.

            Katak itu kemarahan, ketika seekor kodok sebesar jari ketika diusik dengan batang pohon ke katak, akan terusik maka bisa membesarkan tubuhnya. Bisa dilihat gagak / elang burung pemangsa hewan kecil, akan mudah ditangkap sebesar buah apel sehingga bisa diterkam oleh hewan, yang dimangsa kita marah tidak hati hati masih ternodai kemarahan kita tidak ketahui, malah masuk celah batin kita awalnya seorang baik baik aja bisa dicap sebagai pemarah, seorang majikan marah langsung dicap kurang baik itu yang bahaya maka singkirkan marah itu, bisa jadi kodok yang dimangsa maka harus disingkirkan ada persimpangan jalan.

            Memang agak aneh, dalam rumah rayap ada persimpangan jalan maksudnya keraguan ragu terhadap 8 hal, nilai nilai beliau tubuh beliau. Nilai luhur Buddha Dhamma & Sangha terhadap latihan apa, bisa bawa bahagia kita ragu benar tidak ada kehidupan lampau ragu benar tidak akan lahir lagi, ragu terhadap keduanya mengapa berbahaya ragu pada hidup yang sebelumnya tiada sebab kehidupan berikutnya, tiada akibat kalau sekarang tiada rasa percaya karma vippaka setiap hal, ada kemunculan & tiada sebab tunggal.

Komentar