ELEMEN HUMANISTIK DALAM PALI NIKAYA BY BHANTE THITASADDHO 11-10-22 ON YOUTUBE VJDJ DHAMMA CLASS SELASA MALAM

            Hari ini bertepatan dengan, hari pertama sisi gelap bulan kathina yang kita kenal sebagai hari kathina, hari abbhidhamma / hari yang dilakukan. Pagi pagi mempersembahkan dana pindapatta pada para bhikkhu, mengingat Sang Buddha yang baru turun dari Surga Tavatimsa yang mengajarkan, Ratu Mahamaya Devi memang kali ini bukan membahas tema lain tapi kita akan membahas, dalam buddhisme ada yang mengenal humanistik dalam praktik praktik keagamaan, ada hal hal yang melampaui sehari hari.

            Hal hal yang tidak bisa kita lihat, itu ditemukan dalam buddhisme tapi dalam pali nikaya juga ditemukan humanisme, disekitar abad ke 19 adanya pergerakan. Ren jen fo jiao itu akan dibahas nanti, Sang Buddha adalah manusia ada sosok historis bukan sosok memang tidak jelas keadaan, beliau hidup dimasa 2.600 tahun yang lalu meskipun beliau seorang manusia tapi melebihi manusia biasa, kisah orang suci kalau tiada biografi itu tidak bisa dijelaskan seperti manusia biasa, dalam sistem keyakinan itu menjadi tidak valid dalam teks Theravada walaupun ini membahas dari Mahayana, ini salah satu teks otentik buddha dhamma itu tiada irisan pali nikaya, itu bisa ditelaah lagi apakah sesuai / tidak ini juga dibahas dalam Theravada, kalau tidak membahas dalam pali nikaya.

            Kalau  tidak ada dipali nikaya, itu harus ditelaah ulang kenapa tidak dibilang tripitaka karena istilah Tripitaka itu kurang begitu setuju, pali nikaya itu istilah lebih lama lalu selanjutnya apa yang disebut humanisme, itu aliran yang menghidupkan rasa peri kemanusiaan manusia objek studi terpenting, paham yang ini. Bagaimana bagaimana kualitas menjadi manusia / cara cara tindakan tindakan, yang menempatkan manusia itu seperti apa karakter jadi manusia itu seperti apa, dalam tata laku pemikiran agama jadi bagaimana menjadi manusia yang ideal, fokusnya adalah manusia.

            Terkait buddhisme humanistik, merupakan falsafah moderen yang diawali pergerakan buddhisme untuk dunia manusia, pergerakan tersebut sebagai praktik sehari hari kita bisa lihat kelompok tertentu, membangun sekolah bangun fasilitas umum. Memang tidak berhubungan dengan agama buddhis, tapi secara semangat itu humanisme khususnya diTiongkok adanya pergeseran, awalnya mengedepankan kehidupan tapi bisa jadi upacara yang meninggal pattidana, hanya praktik ketika sudah meninggal tiada pengembangan dhamma untuk yang masih hidup, mengesampingkan hal hal mistisnya harus ada persembahan ini itu, mengembangkan tata cara tertentu tiada pemikiran rasional walau minimal rasional suatu ajaran yang berdasarkan, hal hal yang memang bisa masuk akal suatu hal yang nyata, bukan praktik mistis bukan hal yang tidak paham itu apa pattidana bukan untuk ditentang itu bagaimana wujud bakti dalam diri kita, tapi karena tidak paham benar praktik itu jadi bergeser.

Komentar