BODHISATTVA VOW BY KO PARLINADI SUGIARTO 30-10-22 KELAS TIBETAN DISCORD
Kita sudah familiar dengan bodhicitta / bodhisattva, orang yang sudah membangkitkan motivasi agung, didalam batin secara spontan. Ada yang dibangkitkan dalam batin bodhicitta kondisi batin yang gimana, keinginan tulus bahagia bebas dari samsara tekad bodhicitta ini state of mind, bahagia bebas dari samsara metta & karuna keinginan untuk melihat orang lain bahagia.
Waktu pas puja 4 kemuliaan tanpa batas, melihat semua makhluk bahagia keinginan karuna melihat semua makhluk, bebas dari penderitaan. Metta kita ingin melihat semua makhluk bahagia ingin bebas dari penderitaan, yang diharapkan apakah kebahagiaan seperti biasa menang lotre, kita berharap mereka bebas dari samsara penderitaan secara fisik penderitaan perubahan & penderitaan secara semua, semua ingin bebas dari penyakit bebas dari perubahan & penderitaan secara semua / bebas dari samsara, kalau kita punya metta juga karuna sudah memiliki pikiran bodhicitta, kalau kita sudah benar benar tulus.
Kalau love & compassion saja belum bisa disebut bodhicitta, tekad untuk mencapai kebuddhaan demi semua makhluk, pasti ada unsur keseimbangan batin misalkan ada kelahiran manusia yang berharga, kematian lalu semua makhluk ibu ibu kita. Dari semua makhluk itu unsur yang perlu ditambahkan, dalam bodhicitta menginginkan kebahagiaan tekad untuk menolong semua makhluk, bukan motivasi yang beda itu demi semua makhluk aku melakukan karya ini, bukan untuk diri sendiri tapi berguna untuk semua makhluk.
Ini hanya sebatas dalam pikiran, tapi kenyataan kita masih dihadapkan dalam kegundahan hari ini senang, hari ini mood kacau dll. Itu mengalami kegundahan ini tidak terlepas dari karma kita, sampai poin ini kita diberi pikiran ini perlu kita renungkan kita sudah tahu bodhisattva / bodhicitta dalam sehari hari, mengalami kegundahan itu sendiri.
Apakah kita mau hidup kita hanya berlalu, karena kilesha yang timbul dipengaruhi karma kita / mau mencoba sesuatu yang berbeda, berjuang & bertekad sedikit demi sedikit tidak lagi tunduk oleh kilesha kita, tapi mau hidup dengan tekad bodhicitta. Mulai dari sekarang aku mau menjalankan hidup dengan tekad, kita tidak lagi tunduk pada respon negatif kita tapi hidup dengan cinta kasih & welas asih, sekarang ini berbeda bukan untuk diri sendiri tapi kembangkan untuk semua makhluk, kita suka belajar masak kita akan membuat masakan yang enak, motivasinya bukan untuk dipuji melihat koki yang hebat itu bukan.
Tapi semoga masakan ini, bisa bermanfaat untuk semua makhluk & membuat orang yang menikmati makanan ini lebih membuat bahagia, semua makhluk tidak hanya untuk diri sendiri, tapi kapasitas aku ini bisa lebih berguna untuk semua makhluk. Mencapai pembebasan & semua makhluk mencapai penerangan sempurna, kalau kita merujuk lamrim ada 3 tahapan yang bisa kita lalui, tergantung semua makhluk kita menginginkan semua makhluk melihat kebahagiaan mendatang, itu lebih penting mencapai bebas & samsara tidak untuk diri sendiri tapi demi semua makhluk.
Komentar
Posting Komentar