Q&A BY BHANTE THITASADDHO ON YOUTUBE VJDJ 1-11-22 DHAMMA CLASS SELASA MALAM

Ini merupakan lanjutan dari tanggal 8-2-26, Dewa Sakka bertemu Sang Buddha oh belenggu apakah mereka yang tanpa menyakiti, tapi masih ada perang didunia ini belenggu iri & kikir, ketika masih ada iri & kikir masih bisa perang. Seorang manusia juga belum terlepas belenggu itu belum mencapai nibbana, mungkin kita hanya mendengar kata nibbana ditotal ada lebih dari 33, ini bersumber dari sutta Samyuta Nikaya ada yang disebut bukan bentukan bisa diartikan padamnya pembentuk, sudah bebas dari segala macam perbuatan segala macam yang berlepas dari karma, Sankhara itu bisa dimengerti karma juga sudah bebas dari pemahaman ini baik & buruk, bukan tidak bisa membedakan tidak lagi melekat pada hasil yang baik, tapi dia mengerti baik & buruk anata tidak condong seperti pohon condong ke mana, namaskara tindakan membungkuk  anata padamnya kecondongan hal hal buruk / dimengerti sebagai baik, sudah bebas dari segala jenis kecondongan.

            Sudah tiada keinginan sama sekali / tanha, padam dari segala jenis pengotor batin padamnya noda penghanyut manusia, dalam kelahiran lagi. Kebenaran pantai seberang lembut halus kalau mengacu pada makanan, itu bersifat mewah sulit dilihat padamnya penuaan stabil dalam suatu fenomena, yang tidak lagi berpengotor jadi seperti stabil dimengerti tiada potensi pengotor batin, avalokita itu padamnya penggabungan redam / damai padamnya kematian tiada potensi, untuk mati secara moralitas keluhuran karena tidak lahir lagi amerta kramat, Siva adalah hal yang terpuji bukan siva yang lain padamnya nafsu acarya seseorang setelah mendengar dhamma.

            Wow banget istimewa sekali, pencapaian nibbana itu hal yang menakjubkan seseorang yang tidak serakah, seorang yang tiada kebencian. Itu seorang yang benar benar baik ada perihal padamnya sakit, padamnya kebencian padamnya kelekatan tidak menggenggam apapun, tiada lagi yang tempat bercocok tempat bernaung hal istimewa kita bisa lihat sinonim kata nibbana, itu dibanyak sutta kalau nibbana sukar dipikirkan tidak akan mungkin Sang Buddha menaruh hal ini dalam sutta, ada juga khema virajang khemang dalam karaniya metta sutta, manggala sutta tanpa kita pahami padanan kata nibbana sesungguhnya kita sudah menyebutkan, kita berlindung pada buddha itu bisa mencapai nibbana sesuatu yang terlepas sukar dipikirkan, menjadi rancu untuk apa Sang Buddha menyebutkan hal ini dalam banyak kalimat yang disabdakan, bahkan ajaran sederhana pun itu berkaitan dengan pencapaian nibbana, dari berdana karena memiliki landasan melepas keserakahan untuk mencapai nibbana jadi semua praktik dhamma, itu bisa mencapai nibbana.

            Maka kalau berbeda dengan dunia, itu akan menjadi rancu bukan perihal berkondisi tidak bisa sepelekan nibbana, dengan tidak sepelekan. Kita bisa mencapai nibbana dengan cara masing masing, jika kita mengerti dunia itu loka dalam bahasa pali loka bisa tercerai berai keadaan semarawut, ada 3 pengertian bukan terpisah dunia dari makhluk makhluknya dunia manusia & hewan sama dibumi, ada juga dunia pegunungan surga laut dunia yang terpisah dari tempatnya, tapi bukan berarti pemisahan semua.

Komentar