VIRIYA BALA BY BHANTE THITASADDHO 30-10-22 ON YOUTUBE VJDJ PUJA BAKTI SORE
Ini hari kelima bulan terang khattika, sudah berapa waktu kita lewati ada sebuah kisah Sang Boddhisattva lahir, sebagai pangeran yang kelak menjadi raja. Akan kembali ke negara asal orang tuanya, demi mendamaikan ayah & pamannya tanpa kapal hanya sebatang tiang diikat dilapisi minyak, hingga mengarungi Samudra 7 hari 7 malam awaknya telah jadi santapan ikan.
Tetapi beliau tetap mengedepankan kegigihan, dengan pengingatan yang luhur juga teguh tiba tiba ada sesosok dewi, beliau tidak menemukan daratan. Untuk apa anda lewati ini semua mengapa tidak mundur saja, seorang yang menuntaskan kewajiban keluarga bersetru sebenarnya tiada manfaat, ibunya harus pergi ke Champa dengan melihat kegigihan itu bukan sebuah hutang apalagi dengan tradisi ketat, ia tidak bisa menuntaskan karena dianggap tidak menghormati raja & orang tua, beliau menyatakan bukan orang yang berhutang & menyesali lalu dibantu dewi, menuju tempat tujuan aturan mau pergi ke Swarnabhumi dahulu.
Tapi karena kapalnya karam, beliau langsung pergi ke istana pamannya sudah tiada langsung jadi raja, ada sebelum pangeran Mahajanaka lahir. Setelah jadi raja beliau meninggalkan istana, istrinya jadi resi tapi ada nilai luhur bisa mengedepankan semangat agar bisa tuntaskan menjadi hal yang dikedepankan, apa yang disebut semangat gigih usaha segala hal yang tidak cekatan diberantas, segala hal yang cekatan belum muncul dimunculkan minimal dijaga / dikembangkan.
Apa hal cekatan & tidak cekatan, serakah kebencian kekeliruan pengertian adalah hal yang tidak cekatan, ini menggiring kita menuju sengsara. Tidak semua orang mau jujur pada dirinya karena ingin ada pembenaran, melakukan hal yang kurang dia sendiri juga begitu melakukan hal buruk, maka tiada beda jangan kita tiru berusaha tidak melakukan hal hal yang sulit.
Itu tidak bisa dibenarkan kalau tidak sesuai sila, sila sila yang natural kesepakatan ketetapan dari Sang Buddha, tidak semestinya tetap saja melanggar ketika terpaksa melakukan pelanggaran, harus diikuti aturan yang berlaku. Apa sebab pendahulu itu yang menjadi dasar keyakinan, minimal pencerahan Sang Buddha ketika kita meyakini pencerahan Sang Buddha kita meyakini, hukum karma itu juga pasti ada hasil karma jadi karma yang tidak bisa wariskan, tidak akan pernah buah karma salah berbuah dengan mengerti secara mendasar setiap pihak, itu memiliki potensi dengan apa yang dicapai Sang Buddha.
Kita juga bisa timbul semangat, mencapai buddha bukan sebuah hal yang mustahil tapi bukan hal yang mudah, kita bisa mengingat seperti 12 mata rantai. 4 kebenaran mulia segala perbuatan kita, itu harus dengan nilai luhur menjadi mengembangkan kedermawanan dengan tindakan itu bisa disebut pengingatan, kalau tanpa nilai luhur bisa jadi ditunggangi hal yang tidak baik, misalkan sedang makan / minum dengan penuh perhatian itu bisa dilakukan dalam sehari hari dengan kekokohan, itu memiliki keteguhan.
Komentar
Posting Komentar