3 JENIS MANUSIA BY BHANTE DHIRACITTO
Ingat kalau kita masih sehat sangat baik, karena semua tidak lepas dari jasa kalau banyak keburukan, itu tidak akan hilang begitu saja. Jika kondisi itu muncul itu akan kembali pada diri kita, tapi kalau ada meditasi baca paritta tapi dapat hal menyakitkan hati kita apa tidak berbuah bisa saja itu tidak langsung berbuah, sama halnya menanam mangga tidak bisa langsung begitulah kebajikan kita, tapi ada rasa sedih putus asa masih diterima bukan berarti kebajikan kita tidak berbuah, lalu tidak percaya hukum karma jualan tidak baik tapi dia bahagia ada jalan mulia berunsur delapan, pandangan benar dalam duniawi haruslah percaya hokum karma didalam sutta, kalau tiada hukum karma itu pandangan salah kalau kita yakini hukum karma itu hal yang baik, mungkin ekonomi sulit kehilangan orang yang kita cintai bukan berarti kita lantas meratapi hal tidak bajik, memang tidak mudah kalau tiada pandangan benar, lebih berbahaya pandangan terhadap hukum karma itu yang paling penting dalam kronologi hidup buddha.
Setelah bertapa 6 tahun, diganggu Mara dari segala penjuru hujan begitu lebat halilintar yang keras, lalu bodhisattva menyampaikan. Saya seorang diri disini tiada yang bisa melindungi saya, satu satunya parami yang melindungi saya seorang bodhisattva menggantungkan diri, pada kebajikan parami yang menjadi pelindung tiada yang bisa melindungi kita, mungkin saja tidak ikut kebajikan yang puja bakti kok hanya sedikit jangan jangan tiada manfaat, walau sedikit ini tetap bermanfaat maka itulah kita semua tetap lakukan kebajikan berharap semua makhluk bahagia, kalau metta ingin orang lain bahagia lalu welas asih membantu kalau ada yang kesulitan makan, berdana untuk yang menderita kelaparan dulu Sang Buddha hidup jadi manusia, ini adalah cara Sammasambuddha untuk manusia lenyap total, dulu Sang Buddha melihat ada tidak yang bisa ditolong oh makhluk ini akan dapat hal bajik & bisa tertolong seperti Y.A Anggulimala.
Oh jika saya kunjungi Anggulimala bisa bebas, juga mencapai kebuddhaan maka Sang Buddha datang ke Anggulimala, membabarkan dhamma. Praktik begitu juga orang kelaparan kalau bisa kita berikan makanan, walau sederhana setelah metta karuna lalu mudita ikut senang dapat hal yang baik, jangan iri ikut bahagia kalau tetangga rumahnya dicat kalau iri kita buat kebencian, tapi oh bagus ya rumah sebelahnya ikut bahagia kesejahteraan maju ikut bahagia, jadi ikut senang setelah orang itu dapat hal yang baik keseimbangan batin ketika ada yang dapat hal buruk, menangis karena rasa tidak suka ini sudah karmanya apalagi ditertawakan minimal tidak diikuti kalau dicaci maki, itu bahaya kalau ikut marah marah pada yang dimarahi.
Apa sebetulnya yang menjadi dasar, jangan cepat langsung ambil keputusan kalau awalnya buat kesalahan jangan membela, kalau begitu akan bahaya. Kita bisa kembangkan brahma vihara, kalau ada 4 sifat brahma vihara itu merupakan makhluk yang tertinggi cinta kasih / metta welas asih, karuna keseimbangan batin (upphekka) ada orang yang buta orang bermata 1, tidak buta bisa melihat keduanya ada didunia ini ada yang buta memang ada yang memiliki 1 mata ada juga yang memiliki 2 mata, ini sebuah perumpamaan kita mengikuti mengiyakan maknanya apa ada 2 mata yang buta.
Yang dimaksud dengan buta, orang ini tidak bisa peroleh / tingkatkan kekayaan yang sudah diperoleh ada juga yang tidak buta, tapi kekayaan tidak meningkat. Kalau semua ini dikerjakan akan membawa kesejahteraan nantinya, tidak bisa tahu hina / mulia apa menuju hidup terang / gelap, kalau tidak bisa tingkatkan kekayaan tiada kebijaksanaan membunuh mencuri berbuat asusila itu buruk, kalau tiada tahu itu namanya buruk ucapan bohong ucapan kasar gosip ucapan memecah belah itu buruk, kalau tidak diketahui perbuatan buruk bisa melakukan hal hal yang tidak bajik, jadi terbiasa melakukan pelanggaran 5 / 8 / 10 sila kalau tidak tahu kualitas buruk itu, orang yang buta tidak bisa lihat perbedaan yang dimaksud 1 mata buta ada orang orang didunia ini mudah untuk ditingkatkan, tapi 1 mata buta tapi tidak bisa membedakan, kalau mampu terampil dalam lakukan hal hal bajik itu ada mata yang terang kalau pada hal tidak bajik, ada 1 jenis penglihatan mata lalu yang ketiga mereka memiliki kedua jenis matayang baik, kekayaan makin meningkat melakukan mata pencaharian yang benar.
Ini jenis mata yang paling baik, oh ini perbuatan yang bisa buat bahagia bisa lebih baik lagi, berbuat perilaku yang bermoralitas. Ini orang yang memiliki kedua mata yang baik kalau ketemu orang buta, itu tidak baik kita temui tidak bekerja dengan baik bisa lakukan hal yang buruk kalau kita terbawa, bisa membawa perilaku orang yang tidak bijaksana tidak bergaul dengan mereka yang dungu, itu bisa dapat berkah artinya dungu tidak tahu mana yang baik & buruk, tidak bergaul dapat berkah apalagi kita bisa dapat sahabat yang bijaksana itu adalah berkah, maka ada pernyataan dalam Dhammapada akalau tidak temukan orang yang pas lebih baik sendiri, jika tiada yang mau bijaksana lebih baik kita tidak mengikuti karena kita bisa ikuti, tidak bergaul dengan orang yang dungu sudah bawa berkah tapi jika ada penglihatan yang baik, kalau sesuai dhamma orang yang bijaksana lebih baik kita mengikutinya ada 2 jenis mata yang abik, didunia ini akan bahagia dialam berikutnya bahagia kalau ada 1 mata buta juga itu agak lebih baik, semoga semua makhluk berbahagia sadhu sadhu sadhu.
Komentar
Posting Komentar